BERITA

Momentum puncak yang paling dinantikan oleh para mahasiswa di akhir masa studinya adalah prosesi wisuda. Pada hari Minggu, 11 Maret 2018, telah diselenggarakan upacara wisuda ke-117 di Gedung Graha ITS yang diikuti oleh wisudawan dan wisudawati dari Fakultas Teknologi Kelautan dan Fakultas Vokasi. Setelah prosesi wisuda di Graha ITS selesai dilaksanakan, wisudawan dan wisudawati dari masing-masing departemen mengikuti prosesi arak-arakan menuju ke departemen masing-masing, tidak terkecuali dari Departemen Teknik Transportasi Laut.

Momen wisuda ke-6 ini diisi dengan acara ramah-tamah untuk menyambut hangat kehadiran para wisudawan dan wisudawati beserta orang tua/ wali. Aula BG Munaf di dekorasi secara khusus untuk memeriahkan jalannya acara penyambutan wisuda di departemen. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut, Ir. Tri Achmadi, Ph.D, yang menyatakan sangat bangga dengan lulusan kali ini yang berjumlah 21 mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Himaseatrans – Aveshina Dian Widiarto, perwakilan wisudawan & wisudawati – Maulana Yafie dan Desy Anggraeni serta perwakilan dari orang tua mahasiswa. Acara ditutup dengan hiburan akustik dan tari remo persembahan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Transportasi Laut.  Rangkain acara wisuda tahun ini terasa lebih spesial dengan pemberian Akreditasi “A” Departemen Teknik Transportasi Laut oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT).

Wisudawan dan Wisudawati Departemen Teknik Transportasi Laut bersama Para Dosen
Pendidikan
, ,

Berdasarkan hasil re-akreditasi Program Studi Sarjana Departemen Teknik Transportasi Laut, yang dilaksanakan pada hari Jum’at 24 Nopember 2017 oleh 2 (dua) asesor dari BAN-PT, yaitu Prof. Dr.Eng. Yanuar dari Universitas Indonesia dan Daeng Paroka, ST, MT, Ph.D. dari Universitas Hassanudin. Program Studi Sarjana Departemen Teknik Transportasi Laut berhasil mendapatkan akreditasi “A” berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No.SK 4988/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 dan berlaku hingga tanggal 27 Desember 2022. Beberapa standar yang menjadi tolok ukur penilaian akreditasi Program Studi Sarjana adalah sebagai berikut:

Standar 1             Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi Pencapaian

Standar 2             Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu

Standar 3             Kemahasiswaan dan Lulusan

Standar 4             Sumber Daya Manusia

Standar 5             Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik

Standar 6             Pembiayaan, Prasarana, Sarana dan Sistem Informasi

Standar 7             Penelitian, Pelayanan/ Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama

 

Departemen Teknik Transportasi Laut berhasil untuk meningkatkan nilai akreditasi dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun, dimana sebelumnya berdasarkan SK No.403/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2014 mendapatkan akreditasi “B”. Sebagai departemen yang masih terhitung baru, pemberian akreditasi “A” oleh BAN-PT menunjukkan peningkatan kinerja dan eksistensi Departemen Teknik Transportasi Laut sebagai lembaga pendidikan tinggi di bidang teknik transportasi laut yang pertama dan satu satunya di Indonesia.

khusus, Pendidikan
 

Mahasiswa ITS dari Departemen Transportasi Laut dan Departemen Teknik Perkapalan ITS berhasil meraih posisi terbaik untuk KETIGA KALINYA dalam 3 tahun berturut-turut dalam GREEN WAVE ENVIRONMENTAL CARE COMPETITION 2017 yang diselenggarakan oleh Sembcorp Marine’s School Environmental Care Project Committee, Singapura. Penyerahan penghargaan bagi para pemenang dilaksanakan dalam Acara Penganugerahan Pemenang pada tanggal 2 Februari 2018 di Marina Mandarin Singapura. Para pemenang mendapatkan penghargaan langsung oleh Menteri Lingkungan dan Sumberdaya Air Singapura, Mr. Masagos Zulkifli, sementara Tim Mahasiswa ITS juga didampingi oleh para Dosen Pembimbingnya dan disaksikan oleh Rektor ITS yang juga turut berkenan hadir.

Kompetisi yang diadakan untuk ke 15 kalinya ini, baru diikuti mahasiswa ITS sejak 4 tahun lalu. Sejak itulah Juaranya selalu diraih Mahasiswa ITS, padahal pesertanya selain dari Singapura, juga diikuti oleh beberapa negara ASEAN lainnya. Juri yang untuk lomba ini, berasal dari Sembawang Corp, Shell, BP dan juga Kementrian di Singapura sendiri.

Penerima 1st Prize Winner
Penerima Merit Award
Penerima Commedation Award

Berikut merupakan Tim yang berhasil mendapatkan predikat Juara dalam gelaran Greenwave Environmental Care 2017:

JUARA 1 (The 1st. Prize Winner utk Kategori Tertiary Level):
Tim 1 Coco Fibers Converter (COFITER), dengan proyeknya yang berjudul:
“Integrated Machine to Convert Coco Fibers into Green Concrete Rooftop”, atas nama:
1. Zeffri Irawan (04411540000028/ T. TRANSLA angkatan 2015)
2. Shinta Johar Alif Rahadi (04411540000029/ T. TRANSLA angkatan 2015)
3. Rachmad Ananto Wicaksono (04411540000007/ T. TRANSLA angkatan 2015)
4. Dwiki Febrianto (04411640000034/ T. TRANSLA angkatan 2016)
Dosen Pembimbing: Irwan Tri Yunianto, S.T., M.T. (19870605 201504 1 002)
Hadiah untuk 1st Price: SGD 10.000 dan Pembinaan satu bulan di Shell International Eastern Trading Company, Singapura

Juara kedua dan ketiga, diraih oleh Mahasiswa dari National Univeristy of Singapore (NUS) dan Temasek Polytechnic.

Selain itu, Sdr. Rachmad Ananto Wicaksono (0441154000000) juga memperoleh penghargaan sebagai Presenter Terbaik dengan tambahan hadiah sebesar SGD 200.

MERIT AWARD, diraih oleh Tim 2, dengan judul proyek: “Bio-fouling for Artificial Coral Reef (Bio Arc) : Device for Processing Biofouling Wastage and Making Artificial Coral Reef”. Nama anggota Tim adalah sbb:
1. Septia Ratnasari. 04411540000011/ T. TRANSLA angkatan 2015)
2. Anifatul Rohmah (04411540000013/ T. TRANSLA angkatan 2015)
3. Adhi Duta Baskara (04111540000024/ T. Perkapalan angkatan 2015)
4. Arif Ryansyah (04111540000021/ T. Perkapalan angkatan 2015)
5. Alfath Lathiful ikhwan (04111540000057/ T. Perkapalan angkatan 2015)
Dosen Pembimbing: Achmad Mustakim, S.T., M.T., MBA. (19880605 201504 1 003)
Hadiah untuk Merit award: SGD 1.000
Selain itu dalam kategori, Sdr. Adhi Duta Baskara memperoleh juga penghargaan sebagai Best Presenter dan mendapat SGD200 reward.

COMMENDATION AWARD, diraih oleh  Tim 3 dengan judul proyek: “Cattle Dung on Livestock Carrier Utilization”, dengan anggota Tim sebagai berikut:
1. Ryan Rachman 04411340000034/ T. TRANSLA angkatan 2013)
2. Alifa Alma Adlina (04411340000052/ T. TRANSLA angkatan 2013)
3. Stevanus Arie (4112 100 007/T. Perkapalan angkatan 2012)
Dosen Pembimbing: Hasan Iqbal Nur, S.T., M.T. (19900104 201504 1 002)
Hadiah untuk Commendation Award: SGD 500

Selamat atas pencapaian yang luar biasa dan membanggakan mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut yang telah menunjukkan kualitas bangsa kita di mata internasional.

Tinjauan oleh Rektor ITS ke Stand Pemenang
Tim Mahasiswa dan Dosen Pembimbing bersama Komite Penyelenggara Perlombaan
Tim Mahasiswa dan Pembimbing bersama Rektor ITS dan Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura
Pendidikan, Perlombaan

Sebelum berganti nama menjadi Departemen Teknik Transportasi Laut per Januari 2017, Jurusan Transportasi Laut untuk Program Sarjana telah terakreditasi dengan peringkat “B” terhitung sejak 24 Oktober 2014 – 23 Oktober 2019 sesuai dengan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No.403/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2014. Seiring dengan meningkatnya kinerja Departemen dan prestasi mahasiswa, maka pada awal tahun 2017, tidak lama setelah pergantian nama, Departemen Teknik Transportasi Laut kembali mengajukan akreditasi (re-akreditasi) ke BAN-PT. Oleh karena adanya perubahan nama pada Departemen, sehingga BAN-PT mengeluarkan Surat Keputusan baru sesuai dengan No.2934/SK/BAN-PT/Ak.PNB/S/VIII/2017 yang menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Teknik Transportasi Laut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terakreditasi “B” terhitung sejak 23 Januari 2017 sampai 23 Oktober 2019.

Dalam rangka re-akreditasi Program Studi Sarjana Departemen Transportasi Laut, pada hari Jum’at pekan lalu (24 Nopember 2017), Departemen kedatangan 2 (dua) asesor dari BAN-PT yaitu Prof. Dr.Eng. Yanuar dari Universitas Indonesia dan Daeng Paroka, ST, MT, Ph.D. dari Universitas Hassanudin. Kedatangan kedua asesor tersebut adalah untuk melakukan verifikasi dokumen dan pengecekan fisik dari seluruh informasi yang tercantum dalam Borang Program Studi Sarjana Teknik Transportasi Laut. Adapun beberapa standar yang menjadi tolok ukur penilaian akreditasi adalah sebagai berikut:

Standar 1Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi Pencapaian
Standar 2Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu
Standar 3Kemahasiswaan dan Lulusan
Standar 4Sumber Daya Manusia
Standar 5Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik
Standar 6Pembiayaan, Prasarana, Sarana dan Sistem Informasi
Standar 7Penelitian, Pelayanan/ Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama

Penerimaan dengan Rektor ITS
Verifikasi Dokumen

Setelah agenda verifikasi dokumen selesai, agenda selanjutnya adalah sesi interview dengan para mahasiswa dan alumni. Beberapa mahasiswa menyatakan harapannya agar Departemen memiliki gedung sendiri dalam waktu dekat. Kedua alumni yang hadir bekerja di bidang pelayaran dan logistik maritim, mereka menyatakan bahwa ilmu yang telah diperoleh dari Departemen Teknik Transportasi Laut sangat berguna di dunia kerja. Hal ini tentunya menjadi masukan yang sangat baik bagi Departemen, khususnya dalam perumusan Kurikulum baru pada tahun depan.

Agenda terakhir yaitu kunjungan ke Laboratorium dan Ruang Kelas. Sesi penutupan acara visitasi ini ditandai dengan penyerahan Berita Acara Asesmen Lapangan Program Studi untuk Akreditasi Program Studi Jenjang S1 kepada Kepala Departemen dan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Kelautan.

Sesi Interview
Interview Mahasiswa dan Alumi
Kunjungan Lab. Infrastruktur dan Pelabuhan
Kunjungan Lab. Telematika Transportasi Laut
Acara Penutupan
Serah Terima Berita Acara
Pendidikan
, , , ,

Pada perayaan Dies Natalis ITS ke-57 pada hari Jum’at, 10 Nopember 2017 kemarin, ITS mendapatkan kado spesial dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) yaitu dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) di Gedung Rektorat lantai 1 ITS. MoU tersebut terkait dengan dukungan terhadap program tol laut. 

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa adanya tol laut saat ini sudah mampu menekan angka disparitas sebesar 20%. Namun, program tol laut ini masih membutuhkan peningkatan, khususnya dalam hal kebutuhan kapal. Oleh karena itu, Kemenhub membutuhkan rekan dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. “ITS dirasa mampu memberikan masukan atau riset untuk meningkatkan program tol laut beserta kapal untuk tol laut. Sumbangsih riset dan inovasi dari ITS diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada saat ini, misalnya muatan kapal untuk tol laut yang belum maksimal, kapal yang digunakan masih kapal buatan luar negeri dan juga masih terdapat masalah tracking atau pelacakan kapal.

Rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana. M.Sc.ES., Ph.D. mengatakan bahwa universitasnya selama ini sudah sangat maju dalam sektor kemaritiman sehingga sangat siap membantu pemerintah memajukan tol laut. “Kita sudah mampu dan maju menciptakan perlengkapan maritim dan akan mendukung Kemenhub menyukseskan tol laut,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Ketut Buda Artana, M.Sc., selaku Wakil Rektor ITS bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, menyatakan bahwa ada beberapa peluang dari kerjasama ini, yaitu memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia (SDM) di Kemenhub untuk studi lanjut program S2 dan S3 di ITS, penyelenggaraan pelatihan dan workshop, joint research, joint funding dan kerjasama pengembangan technopark.

Ketut juga memaparkan beberapa inovasi ITS (dari Departemen Teknik Transportasi Laut) yang telah digarap dan bisa digunakan dalam peningkatan program tol laut, yaitu Standar perhitungan konsensi pelabuhan, Freight calculator operational armada kapal untuk rute tol laut, Pengembangan floating infrastructure. Selain itu, terdapat juga produk bidang telematika transportasi laut, yaitu: Penerapan Intelligent Transportation System dalam bidang transportasi laut.
Acara Penutupan dan Sesi Foto Bersama
KaDep. Teknik Transportasi Laut (kiri) dengan Kemenhub RI (kanan)
Kerjasama
, , , , ,

Young Scientist Forum (YSF) roadshow di ITS merupakan kerjasama antara Australian National University (ANU) Indonesia Project dengan Departemen Teknik Transportasi laut-ITS. Latar belakang dari diselenggarakanya kegiatan ini adalah banyak ilmuwan muda Indonesia yang sedang belajar dan melakukan penelitian di institusi luar negeri di seluruh dunia, membuktikan bahwa para ilmuwan memiliki kompetensi ilmiah dalam penelitian ilmiah berkaliber internasional. Diawali pada tahun 2015, bekerja sama dengan Asosiasi Pelajar Indonesia di Amerika Serikat (PPIA), Proyek ANU Indonesia memprakarsai Young Scientist Forum (YSF) dengan membawa lulusan PhD (program doktor) yang sedang atau telah menyelesaikan penelitian beserta akademisi ke universitas-universitas di Indonesia dengan tujuan untuk:

  1.  berbagi pengalaman mereka, termasuk tantangan yang bekerja di lingkungan internasional;
  2.  berbagi penelitian dan inovasi mereka saat ini, dan bagaimana mereka berkontribusi untuk memajukan pengetahuan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan YSF ini akan mengilhami atau memberikan motivasi kepada mahasiswa dan akademisi muda untuk mempertimbangkan penelitian sebagai jalur karir, dan untuk melakukan topik penelitian yang inovatif dan terbaru.

Pada tahun 2017 ini, YSF dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, Universitas Hassanudin dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kegiatan YSF di ITS diselenggarakn pada tanggal 2 November 2017 di Aula BG Munaf Fakultas Teknologi Kelautan. ANU Indonesia Project diwakili oleh Ibu Lydia Napitupulu, sedangkan dari Departemen Teknik Transportasi Laut diwakili oleh Dr.-ing Setyo Nugroho. Berikut merupakan pembicara dan topik penelitian yang disampaikan dalam YSF:

  1. Wahyu Bambang Widayatno, PhD (Research Center for Physics, LIPI)
    • “Porous Materials for Catalytic Biomass Conversion”
  2. Satrio Wicaksono, PhD (World Resources Institute)
    • “From Lakes to Forests: A Small Research Contribution for a Resilient and Sustainable Environment in Indonesia”
  3. Dhimas Widhi Handani, ST., M.Sc. (Marine Engineering Department)
    • “Automatic Identification System (AIS) for Increasing Safety of Ship Traffic and Offshore Facilities in Indonesia”
Sesi Presentasi
Sesi Tanya Jawab
Kerjasama, Penelitian
, , ,