BERITA

Penyerahan Sertifikat oleh Menteri Perairan dan Lingkungan Singapura

TEAM ECE-B (Eichorrnia Crassipes) terdiri dari 3 (tiga) mahasiswa Transportasi Laut ITS, yaitu Alifa Alma Adlina, Bima Erza Zakaria dan Karina Nur Arumsari sukses meraih juara 3 dari total 10 tim finalis melalui penilaian 10 juri. Pada tanggal 26 Oktober 2015 lalu, TEAM ECE-B melakukan presentasi di babak final Green Wave Environmental Care Project Competition oleh Sembawang Shipyard, Singapura.

Beberapa bulan setelahnya, pada tanggal 26 Februari lalu, TEAM ECE-B beserta dosen pembimbing, Irwan Tri Yunianto, S.T, M.T dan kepala jurusan Transportasi Laut, Ir. Tri Achmadi, Phd menghadiri Green Wave Environmental Care Project Presentation Ceremony di Marina Mandarin Hotel Singapura untuk menerima sertifikat dan award sebesar SGD $4000. Presentation Ceremony ini dihadiri oleh Ministry of the Environment and Water Resources Singapura, Mr. Masagos Zulkifli bin Masagos. Presentation Ceremony ini diliput oleh beberapa media press, salah satunya adalah Straits Times Singapura.

Saat sampai di Marina Mandarin Hotel, TEAM ECE-B disambut ramah dengan panitia acara. Setelah acara ((Suguhan)), pemenang diantar ke Libra – Leo Hall Hotel Marina Mandarin untuk melakukan Presentation Ceremony dan penyerahan sertifikat. Selain itu, pemenang menuju ke ruang ekshibisi untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang inovasinya kepada para tamu undangan, termasuk CEO Sembawang dan Ministry of the Environment and Water Resources Singapura.

Hal yang paling menarik dalam Green Wave Environmental Care Project Presentation Ceremony adalah ketika Mr. Masagos Zulkifli bin Masagos menyatakan kebanggaannya bahwa kompetisi ini bukan hanya diikuti oleh peserta dari Singapura, tetapi juga oleh peserta dari Indonesia, TEAM ECE-B. Beliau mengingatkan kepada tamu undangan bahwa permasalahan lingkungan bukan merupakan masalah nasional, tetapi merupakan masalah semua orang.

Penelitian
, , , , , ,

Study Excursion tahunan kembali dilaksanakan jurusan Transportasi Laut dengan tujuan untuk menambah serta bertukar ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa dan mahasiswi nya. Tahun 2015 kali ini dengan tema Advancing Technology  jurusan Transportasi Laut mengadakan Study Excursion ke Singapura pada tanggal 26 Oktober 2015 – 28 Oktober 2015. Jurusan dan panitia menginisiasi kegiatan ini dengan kunjungan ke 3 perusahaan yang sesuai dengan mata kuliah pilihan seperti pelabuhan, pelayaran, dan logistik.

Kunjungan hari pertama mahasiswa dan mahasiswa yaitu salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, Port of Singapore Authority (PSA). Dengan kunjungan ke terminal PSA di daerah Pasir Panjang mahasiswa-mahasiswi mendapatkan pengalaman berharga selain belajar mengenai bagaimana cara mengatur pelabuhan, fasilitas pelabuhan, dan tentunya mengenai bisnis pelabuhan sendiri mereka memiliki kesempatan melihat kapal yang masuk dalam kategori mega vessel dengan ukuran sekitar 18.000 TEU’S. Hal ini sangat jarang ditemui di Indonesia mengingat keadaan draught di pelabuhan-pelabuhan Indonesia yang belum bisa menampung kapal sebesar itu. Representative PSA juga mengatakan bahwa Singapura tepat menjadi transshipment terminal karena alur pelayaran dunia.

Keesokan hari nya (27/10) peserta Study Excursion 2015 mendapat kesempatan dan sambutan hangat di Sembawang Shipyard dan Thome Ship Management. Setelah mendapatkan materi umum mengenai galangan di Sembawang ini peserta diajak berkeliling ke galangan untuk melihat proses-proses reparasi kapal. Dengan dibagi kelompok kecil para peserta antusias dan berdiskusi mengenai hal dan proses yang dilakukan di galangan ini. Selain di kawasan Sembawang, galangan dibawah perusahaan Sembcorp Marine ini juga memiliki cabang galangan di Batam dan Karimun, Indonesia. Perusahaan yang terakhir di kunjungi adalah Thome Group. Hong Leong Building di kawasan Raffles Quay, Singapore ini menjadi kantor pusat dari Thome Group yang menaungi beberapa anak perusahaan seperti Thome Ship Management, Thome Oil&Gas, Thome Offshore Management dan masih banyak lagi. Antusias peserta begitu besar ketika berdiskusi mengenai bisnis pelayaran dan manajemen kapal yang perusahaan ini telah lakukan. “saat kunjungan kemarin (di Thome Group, red) saya memperhatikan beberapa ilmu yang berkaitan dengan mata kuliah yang ada di seatrans seperti basic ilmu perkapalan, manajemen risiko, analisis sistem dan dasar ilmu ekonomi. Dan ini membuka wawasan saya tentang prospek kedepan jurusan transportasi laut di dunia industri” cerita Maulana Yafie Danendra selaku ketua Himpunan Mahasiswa Transportasi Laut 2015-2016 yang menjadi salah satu peserta Studi Excursion 2015.

Kerjasama, Pendidikan
, , , ,

Mahasiswa Transportasi Laut Berhasil Memukau Juri pada Kontes Internasional Green Wave Environmental Care Competition di Singapura

Trend mengikuti Pekan Karya Mahasiswa atau yang sering disebut PKM di ITS semakin tahun semakin meningkat, begitu juga dengan ketiga mahasiswa Transportasi Laut yang tergabung dalam satu tim untuk mengikuti lomba inovasi mengenai lingkungan. Beda nya kali ini mereka mengikuti kompetisi paper  internasional di Singapura. Lomba paper yang diselenggarakan oleh Sembcorp Marine, Pte Ltd ini bertajuk Green Wave Environmental Care 2015 dan pengumpulan abstrak nya pada bulan juli kemarin. Dari ratusan paper yang masuk, tim yang membawa inovasi berjudul Eichornia Crassipes Exterminator Boat (ECE-B) ini berhasil lolos 10 besar dan melakukan presentasi di Singapura pada 29 Oktober 2015 lalu. Tim yang diketuai Bima Erza Zakaria (T-10) ini melakukan inovasi yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar. “Eichornia Crassipes adalah nama latin dari tumbuhan eceng gondok, dan seperti kita ketahui bahwa eceng gondok dapat menjadi parasit bagi lingkungan sekitar. Itu ide pertama kami, ingin berinovasi alat untuk mengurangi eceng gondok di perairan melalui alat transportasi yang berkonsep amfhibi” terang Karina Nur A, salah satu anggota tim ECE-B. ECE-B merupakan alat pembersih eceng gondok yang dapat berjalan di darat dan di air, dengan harapan ECE-B bisa menjadi alat yang lebih optimal daripada alat yang sudah sekarang digunakan tetapi cenderung membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi.

Selain itu tumbuhan eceng gondok yang berada disekitar kampus menjadi inspirasi mereka untuk melakukan inovasi kapal amfibi dari mobil pick-up yang dimodifikasi, hal ini karena mobil pick up cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil untuk membersihkan eceng gondok di perairan dengan kedalaman rendah. Di dalam presentasi yang mereka paparkan, mereka menyebutkan beberapa keunggulan dari ECE-B seperti ECE-B dapat melakukan pembersihan eceng gondok di perairan yang rendah, dapat memindahkan sampah eceng gondok langsung setelah diambil dari perairan ke tempat pembuangan sampah tanpa perlu berpindah moda transportasi, biaya operasional yang lebih rendah daripada existing exterminator, dan ramah lingkungan karena design kapal amfibi ini menimbulkan gelombang yang relative kecil sehingga tidak turut merusak lingkungan di perairan disekitar eceng gondok.

Kesempatan mengikuti kompetisi internasional selain mengasah kemampuan diri masing-masing anggota tim juga merupakan pengalaman tak ternilai. “Jika dulu sering bersaing di perlombaan bertema seni tari, kali ini saya beralih ke bidang keilmiahan di kompetisi Green Wave Environmental care 2015 untuk pertama kali nya. Saya, mas Bima, dan Karina memiliki inovasi kapal pembersih eceng gondok (ECE-B) dan diamanahi sebagai salah satu wakil dari Indonesia. Saya juga berterimakasih kepada seluruh dosen yang membimbing dan dukungan dari teman-teman” ungkap Alifa Alma Adlina. Setelah lolos 10 besar dan melakukan presentasi di hadapan 10 juri, akhirnya Karina dan timnya berhasil mendapatkan Juara 3 dan best speaker, awarding dari kompetisi ini akan dilakukan pada Januari tahun depan yang akan dihadiri oleh Mentri lingkungan dan perairan Singapura.

Penelitian
, , , , , ,

Dalam menunjang studi berbasis student-centered learning jurusan Transportasi Laut mengadakan Seatrans Super Sailing(SSS) bagi mahasiswa baru angkatan 2014 atau yang biasa dikenal oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan adalah pelayaran iptek. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 30 Mei 2015 – 2 Juni 2015 ini bukan merupakan kali pertama bagi Jurusan Transportasi Laut mengadakan pelayaran iptek, tahun sebelumnya kegiatan ini di ikuti oleh mahasiswa angkatan 2012.

Tujuan SSS
Melihat Engine Room
Melihat Engine Room

“Tujuan SSS ini untuk menambah wawasan buat mahasiswa seatrans 2014 tentang dunia maritime, terutama untuk lapangan kerjanya nanti. Kami membantu memberikan gambaran seperti apa kira-kira pekerjaan yang berhubungan dengan jurusan ini” Ujar Rizky Eka Nafiandia sebagai ketua pelaksana SSS. Pelayaran dari Surabaya – Jakarta kali ini menggunakan armada PELNI KM. Dobonsolo, selain mendapatkan ilmu dari ABK KM. Dobonsolo mahasiswa seatrans 2014 juga mendapat kesempatan emas untuk berkunjung dan mencari ilmu ke perusahaan-perusahaan seperti PT. SPIL di Surabaya, Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas KOJA di Jakarta. Dengan begitu mahasiswa mendapatkan berbagai ilmu dari aspek pelayaran, pelabuhan, serta logistik.

Kegiatan selama SSS

Kegiatan yang sudah dipersiapkan selama dua bulan penuh ini juga meninggalkan kesan dan pengalaman bagi peserta SSS 2015, “Pengalaman yang paling wow ya ketika kita langsung tanya ke ABK mengenai kapal, ke kamar mesin dan ke anjungan” cerita Nabila Kharisma yang mengaku bahwa pelayaran ini adalah pengalaman pertama berpergian menggunakan kapal.

Akomodasi kapal
Akomodasi kapal
Pelatihan, Pendidikan
, , ,