Penelitian

Mahasiswa Seatrans Banggakan ITS di Kontes Internasional

Mahasiswa Transportasi Laut Berhasil Memukau Juri pada Kontes Internasional Green Wave Environmental Care Competition di Singapura

Trend mengikuti Pekan Karya Mahasiswa atau yang sering disebut PKM di ITS semakin tahun semakin meningkat, begitu juga dengan ketiga mahasiswa Transportasi Laut yang tergabung dalam satu tim untuk mengikuti lomba inovasi mengenai lingkungan. Beda nya kali ini mereka mengikuti kompetisi paper  internasional di Singapura. Lomba paper yang diselenggarakan oleh Sembcorp Marine, Pte Ltd ini bertajuk Green Wave Environmental Care 2015 dan pengumpulan abstrak nya pada bulan juli kemarin. Dari ratusan paper yang masuk, tim yang membawa inovasi berjudul Eichornia Crassipes Exterminator Boat (ECE-B) ini berhasil lolos 10 besar dan melakukan presentasi di Singapura pada 29 Oktober 2015 lalu. Tim yang diketuai Bima Erza Zakaria (T-10) ini melakukan inovasi yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar. “Eichornia Crassipes adalah nama latin dari tumbuhan eceng gondok, dan seperti kita ketahui bahwa eceng gondok dapat menjadi parasit bagi lingkungan sekitar. Itu ide pertama kami, ingin berinovasi alat untuk mengurangi eceng gondok di perairan melalui alat transportasi yang berkonsep amfhibi” terang Karina Nur A, salah satu anggota tim ECE-B. ECE-B merupakan alat pembersih eceng gondok yang dapat berjalan di darat dan di air, dengan harapan ECE-B bisa menjadi alat yang lebih optimal daripada alat yang sudah sekarang digunakan tetapi cenderung membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi.

Selain itu tumbuhan eceng gondok yang berada disekitar kampus menjadi inspirasi mereka untuk melakukan inovasi kapal amfibi dari mobil pick-up yang dimodifikasi, hal ini karena mobil pick up cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil untuk membersihkan eceng gondok di perairan dengan kedalaman rendah. Di dalam presentasi yang mereka paparkan, mereka menyebutkan beberapa keunggulan dari ECE-B seperti ECE-B dapat melakukan pembersihan eceng gondok di perairan yang rendah, dapat memindahkan sampah eceng gondok langsung setelah diambil dari perairan ke tempat pembuangan sampah tanpa perlu berpindah moda transportasi, biaya operasional yang lebih rendah daripada existing exterminator, dan ramah lingkungan karena design kapal amfibi ini menimbulkan gelombang yang relative kecil sehingga tidak turut merusak lingkungan di perairan disekitar eceng gondok.

Kesempatan mengikuti kompetisi internasional selain mengasah kemampuan diri masing-masing anggota tim juga merupakan pengalaman tak ternilai. “Jika dulu sering bersaing di perlombaan bertema seni tari, kali ini saya beralih ke bidang keilmiahan di kompetisi Green Wave Environmental care 2015 untuk pertama kali nya. Saya, mas Bima, dan Karina memiliki inovasi kapal pembersih eceng gondok (ECE-B) dan diamanahi sebagai salah satu wakil dari Indonesia. Saya juga berterimakasih kepada seluruh dosen yang membimbing dan dukungan dari teman-teman” ungkap Alifa Alma Adlina. Setelah lolos 10 besar dan melakukan presentasi di hadapan 10 juri, akhirnya Karina dan timnya berhasil mendapatkan Juara 3 dan best speaker, awarding dari kompetisi ini akan dilakukan pada Januari tahun depan yang akan dihadiri oleh Mentri lingkungan dan perairan Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *