Pergi ke Luar Negeri Dua Kali dalam Satu Semester

Posted on Posted in Pelatihan, Pendidikan

Surabaya – Sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh salah satu mahasiwa Departemen Teknik Transportasi Laut angkatan 2014, Dio Mukti Kuncoro. Selain menjadi mahasiswa dengan IPK tertinggi di angkatannya dan menjabat sebagai salah satu wakil ketua di BEM-FTK periode sekarang, Dio juga sudah beberapa kali pergi ke luar negeri untuk melakukan kegiatan exchange.

Kegiatan exchange pertama yang ia ikuti adalah “Magang Ormawa” di Thailand yang diadakan oleh ITS IO pada bulan November kemarin. Dio bercerita bahwa banyak sekali ilmu dan pengalaman yang ia dapatkan selama di Thailand terutama bagaimana Organisasi Kemahasiswaan yang ada di sana. Pengalaman dan ilmunya semakin bertambah ketika ia lolos menjadi salah satu dari segelintir orang di ITS yang berkesempatan untuk mengikuti short program di Kumamoto University Jepang. Dalam program ini, Dio berkesempatan untuk bertemu dengan peserta lain yang berasal dari berbagai negara selain Indonesia.

Dio menerangkan exchange mana yang paling berkesan, “Dua-duanya berkesan. Karena yang ke Thailand itu pengalaman pertama ke luar negeri. Kalau yang ke Jepang itu karena benar-benar ketemu anak–anak negara lain yang memiliki banyak perbedaan. Kalau ke Thailand kan cuma ketemu anak ITS dan orang Thailand saja. Tetapi saat di Jepang, seperti kebuka semua tentang dunia luar.”

Exchange yang dilakukan oleh Dio memang terlihat seru dan menyenangkan, namun bukan berarti selama ia mengikuti exchange tidak ada kendala yang ia hadapi. Ia mengatakan bahwa kendala besar yang terjadi selama ia mengikuti exchange adalah bahasa. Penduduk lokal baik di Thailand maupun Jepang, tidak semua dari mereka bisa berbahasa inggris dengan lancar. Hal itu menurutnya karena betapa cintanya mereka terhadap budaya mereka sendiri dan seharusnya masyarakat kita juga bisa menerapkan rasa cinta yang sama kepada Indonesia.

Dio juga mengatakan untuk membagi waktu antara kuliah dan kegiatan lain di luar kelas, terutama untuk mempersiapkan berkas exchange semua akan mudah jika disiapkan sejak dari awal. Kemampuan berbahasa, berkas-berkas yang dibutuhkan semua tidak bisa disiapkan dalam waktu yang singkat. Maka alangkah baiknya jika ingin melakukan kegiatan exchange persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari.

Meski sudah pernah melakukan kegiatan exchange sebanyak dua kali, hal tersebut rupanya tidak membuat Dio berpuas diri. Ia mengatakan ke depannya, ia ingin kembali mengikuti kegiatan exchange dengan durasi yang lebih lama yakni satu semester. Namun untuk sekarang, ia memutuskan untuk lebih fokus pada lomba karya tulis ilmiah yang sedang diikutinya.

Di akhir wawancara mahasiswa salah satu peraih ipk terbaik ini sempat menyampaikan pesannya kepada mahasiwa Departemen Teknik Transportasi Laut, khusunya untuk angkatan 2015 dan 2016 agar terus mengembangkan diri mereka di bidang internasionalisasi. Menurutnya, mahasiswa Transport yang berwawasan global sangat diperlukan karena bidang yang Transportasi Laut tekuni menuntut orang-orang di dalamnya memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni. “Karena bidang kita itu sebenarnya sangat luas, kalau kita tidak punya nilai tambah di diri kita dengan punya pengalaman-pengalaman yang bagus kita tidak akan mungkin bisa survive dengan baik ke depannya. Jadi pesannya sekali lagi, improve diri kalian sebaik mungkin, baik hardskill maupun softskill.” Pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *