TENTANG KAMI

logo seatrans kecil

Tentang Kami

Dari Meja Kepala Departemen

SELAMAT DATANG

Departemen Teknik Transportasi Laut (Seatrans) merupakan salah satu departemen di Fakultas Teknologi Kelautan yang diresmikan pada tahun 2011 dengan nama Jurusan Transportasi Laut. Sejalan dengan transformasi ITS menjadi PTNBH, Jurusan Transportasi Laut berubah menjadi Departemen Teknik Transportasi laut. Departemen ini didirikan dengan tujuan untuk menjawab tantangan sebagai negara kepulauan, dimana banyak tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia dalam upaya meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Departemen ini didirikan dalam rangka untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi khusus dalam bidang transportasi laut. Setelah menyelesaikan pendidikan di Departemen ini, diharapkan lulusan (alumni) akan dapat memberikan kontribusi yang riil dalam pembangunan sektor transportasi laut di Indonesia.

Sebagai departemen yang relatif baru, kami senantiasa terus mengembangkan diri dalam upaya peningkatan kapasitas (capacity building). Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengembangkan jejaring baik nasional maupun internasional. Sejak tahun 2012, kami telah bekerjasama dengan konsorsium lembaga pendidikan tinggi di Belanda melalui program NICHE ("Capacity building in marine transportation and logistics education and research at ITS") yang merupakan hibah dari Nuffic. Konsorsium tersebut terdiri atas beberapa lembaga pendidikan dan industri yang kompeten, yaitu: STC BV, Erasmus University Rotterdam, Rotterdam University of Applied Sciences dan Panteia.

Jika anda tertarik berkarier di sektor kemaritiman, jadilah bagian dari kami. Prospek dan peluang kerja di sektor ini masih terbuka luas selama Indonesia masih merupakan negara kepulauan.

Ir. Tri Achmadi, Ph.D.

Mengapa Departemen Ini Didirikan?

"Nation can be powerful only if it controls the ocean, and to control the ocean we must control sufficient fleet"

Ir. Soekarno, National Maritime Convention I, 1963

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan kurang lebih 2/3 wilayahnya berupa perairan. Dengan geografis demikian, transportasi laut memegang peranan yang vital dan strategis, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga ideologipolitiksosial budaya dan pertahanan  keamanan. Dengan kata lain, transportasi laut merupakan fundamen seluruh kehidupan ekonomi dan kualitas hidup bangsa Indonesia.

Sektor yang selama ini terkesan “diabaikan”membawa konsekuensi yang sangat mahal yang harus dibayar bangsa Indonesia. Rendahnya peranan industri pelayaran dan perkapalan nasional dalam sektor transportasi laut, tingginya biaya logistik, rendahnya kinerja pelabuhan di Indoneisa dan lain-lain adalah merupakan konsekuensi dari diabaikannya sektor transportasi laut.

Untuk mengelola sektor transportasi laut secara optimum dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus yang tinggi dalam bidang transportasi laut. Salah satu cara peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan tinggi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam memberdayakan sektor kemaritiman (termasuk transportasi laut) dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia dan tol laut.