SEJARAH

logo seatrans kecil

Sejarah Kami

1954
Sebuah Ide Brilian
Gagasan pendirian ITS dicetuskan pertama kali oleh Ir. Soendjasmono pada Konferensi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Bogor pada tahun 1954. Ir. Soendjasmono adalah perwakilan PII dari Jawa Timur.

Selengkapnya

1954
Sebuah Ide Brilian


Gagasan pendirian ITS dicetuskan oleh Ir. Soendjasmono pada Konferensi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Bogor pada tahun 1954. Ir. Soendjasmono yang merupakan wakil PII Jawa Timur melontarkan ide untuk mendirikan sebuah akademi teknik di Jawa Timur. Inisiatif itu didasarkan pada pertimbangan bahwa pada saat itu Jawa Timur terdapat kurang lebih 60 insinyur tetapi tidak terdapat lembaga pendidikan teknik. Namun pada saat itu, gagasan tersebut belum dapat diputuskan karena masih harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu dengan perguruan tinggi teknik yang sudah ada di Bandung dan Jogjakarta.

Beberapa alasan yang mendasari gagasan pendirian Perguruan Tinggi Teknik di Jawa Timur adalah:

  1. Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
  2. Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7.000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri dalam negeri.
  3. Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh melebihi dari jumlah insinyur di Indonesia.

1957
Cikal Bakal ITS
dr. Angka Nitisastro (seorang dokter umum) bersama-sama dengan para insinyur yang tergabung dalam PII Jawa Timur mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang selanjutnya pada tanggal 10 Nopember 1957 mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya.

Selengkapnya

1957
Cikal Bakal ITS


Pada saat PII cabang Jawa Timur mengadakan Lustrum yang pertama, gagasan Ir. Soendjasmono untuk mendirikan Perguruan Tinggi Teknik di Jawa Timur kembali dimunculkan. Selanjutnya, dr. Angka Nitisastro (seorang dokter umum) bersama-sama dengan para insinyur yang tergabung dalam PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan gagasan Ir. Soendjasmono tersebut.

Langkah ini dilakukan dengan mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) pada tanggal 17 Agustus 1957. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di Surabaya.

Selanjutnya pada tanggal 10 Nopember 1957, YPTT mendirikan “Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya” yang pendiriannya diresmikan oleh Ir. Soekarno (Presiden RI saat itu). Peresmian Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya ditandai dengan penandatanganan Piagam Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya oleh Presiden RI. Perguruan Tinggi Teknik ini saat itu memiliki 2 (dua) jurusan, yaitu: Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.


Image is not available
1960
ITS Resmi Berdiri
Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya berubah nama menjadi Institut Teknologi 10 Nopember dengan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri

Selengkapnya

1960
ITS Resmi Berdiri


Setelah beberapa tahun dan melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh YPTT, pada tanggal 3 Nopember 1960 Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya berubah menjadi Institut Teknologi 10 Nopember dengan status sebagai Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan No. 93367/UU.

Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember (selanjutnya menjadi Institut Teknologi 10 Nopember) yang semula memiliki 2 (dua) jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin, berubah menjadi 5 (lima), yaitu: Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia.


1961
Dies Natalis Pertama
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1961, ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah 10 Nopember 1960.

Selengkapnya

1961
Dies Natalis Pertama


5 (lima) jurusan yang dimiliki Institut Teknologi Sepuluh Nopember yaitu JurusanTeknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia berubah menjadi Fakultas Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia.

Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.


1965-1982
Perkembangan ITS
Setelah sebelumnya memiliki 5 (lima) fakultas, ITS membuka 2 (dua) fakultas baru yaitu Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak 1965 ITS memiliki 7 fakultas.

Selengkapnya

1965 – 1982
Perkembangan ITS


Setelah sebelumnya memiliki 5 (lima) fakultas, maka berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, ITS membuka 2 (dua) fakultas baru yaitu: Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak saat itu, ITS memiliki 7 fakultas dengan lokasi yang tersebar di beberapa tempat yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.

Guna mengantisipasi perkembangan lebih lanjut dan upaya untuk menyatukan tempat-tempat kuliah yang masih terpisah, maka para tokoh YPTT bersama dengan Bupati Surabaya pada saat itu (Raden Soekarso) mencari lokasi baru untuk pembangunan kampus ITS di daerah Sukolilo – Keputih Surabaya dengan luas lahan 172 Ha.

1972

Pada tahun 1972, Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl. Manyar 8 sehingga lokasi kampus ITS semakin terpencar.

1973

Pada tahun 1973 disusunlah rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya. Rencana pengembangan ITS ini menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar USD 25 juta untuk pengembangan 4 (empat) fakultas, yaitu: Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Teknik Kimia.

1975

Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Kantor pusat ITS juga pindah ke alamat yang sama.

1977

Dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981, pembangunan gedung kampus ITS Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus ITS Sukolilo tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.


Image is not available
1992
Cikal Bakal Seatrans
Ide untuk membuka bidang studi (keahlian) transportasi laut di Jurusan Teknik Perkapalan pertama kali dimunculkan pada tahun 1992.

Selengkapnya

1992
Cikal Bakal Seatrans


Pentingnya sektor kemaritiman bagi bangsa Indonesia telah disadari sepenuhnya oleh para founding fathers ITS. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya Fakultas Teknik Perkapalan pada awal berdirinya ITS (1960) bersama-sama dengan Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Teknik Kimia disamping 2 (dua) fakultas yang telah ada sebelumnya yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Fakultas Teknik Mesin. Sejak saat itu, Teknik Perkapalan ITS turut memberi warna dalam perkembangan industri kemaritiman di Indonesia.

Dalam perkembangannya, berdasarkan kebutuhan dan karena peraturan, Fakultas Teknik Perkapalan berubah menjadi Fakultas Teknologi Kelautan yang terdiri atas 3 (tiga) jurusan yaitu: Jurusan Teknik Perkapalan, Jurusan Teknik Permesinan Kapal (1982) dan Jurusan Teknik Kelautan (1983).

Pada tahun 1992, Ir. Tri Achmadi, Ph.D (salah satu dosen di Jurusan Teknik Perkapalan) sepulangnya dari menempuh pendidikan S3 di Newcastle Upon Tyne University UK, mengusulkan untuk membuka bidang studi (bidang keahlian) baru di Teknik Perkapalan, yaitu bidang Transportasi Laut. Bidang studi (keahlian) yang telah ada di Jurusan Teknik Perkapalan saat itu adalah Konstruksi dan Kekuatan Kapal, Hidrodinamika Kapal, Perancangan Kapal dan Produksi Kapal.

Namun ide untuk membuka bidang keahlian baru yaitu Transportasi Laut di Jurusan Teknik Perkapalan belum dapat direalisasikan karena kurangnya jumlah dosen dengan minat yang sama dan juga karena keterbatasan fasilitas jurusan. Oleh karena itu, untuk memulai mengenalkan bidang keahlian Transportasi Laut kepada mahasiswa dan juga dosen di Jurusan Teknik Perkapalan, dibukalah laboratorium baru yaitu Laboratorium Perancangan Kapal dan Transportasi Laut yang diketuai oleh Ir. Setijoprajudo, M.SE. (salah satu dosen Jurusan Teknik Perkapalan yang juga mendalami bidang transportasi laut) dan beranggotakan Ir. Tri Achmadi, Ph.D. Pada saat itu, bentuk pengenalan bidang transportasi laut kepada para mahasiswa dilakukan dengan menawarkan mata kuliah pilihan yaitu Mata Kuliah Sistem Transportasi Laut.


Image is not available
2004
Bidang Studi Transportasi Laut di JTP
Jurusan Teknik Perkapalan (JTP) membuka bidang studi baru yaitu Transportasi Laut disamping bidang studi yang telah ada sebelumnya (Konstruksi dan Kekuatan Kapal, Hidrodinamika Kapal, Perancangan Kapal dan Produksi Kapal)

Selengkapnya

2004
Bidang Studi Transportasi Laut


Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992, animo mahasiswa yang mendalami bidang studi transportasi laut terus mengalami peningkatan. Disamping itu, jumlah dosen yang memiliki minat bidang studi transportasi laut juga bertambah. Berdasarkan kondisi tersebut dan juga tingginya permintaan pengguna lulusan, maka Jurusan Teknik Perkapalan (dibawah kepemimpinan Ir. Triwilaswandio Wuruk Pribadi, M.Sc.) membuka bidang studi baru yaitu Bidang Studi Transportasi Laut disamping bidang studi yang telah ada sebelumnya.

Menyadari tingginya permintaan akan sarjana teknik yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang transportasi laut. Dengan pertimbangan tersebut, Jurusan Teknik Perkapalan memutuskan untuk mengajukan proposal pendirian jurusan baru yaitu Jurusan Transportasi Laut.

Salah satu persyaratan persyaratan agar sebuah bidang studi dapat berdiri secara mandiri sebagai sebuah jurusan adalah telah memiliki lulusan, maka pengelolaan bidang studi transportasi laut di Teknik Perkapalan sedikit berbeda dengan bidang studi lainnya. Oleh karena itu, khusus untuk bidang studi transportasi laut dikembangkan kurikulum tersendiri yang terpisah dari kurikulum Teknik Perkapalan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengajukan bidang studi transportasi laut sebagai jurusan tersendiri. Dengan demikian, pada saat penyusunan kurikulum 2004-2009, di Jurusan Teknik Perkapalan berlaku 2 (dua) kurikulum, yaitu kurikulum Teknik Perkapalan (untuk bidang studi konstruksi dan kekuatan kapal, hidrodinamika kapal, perancangan kapal dan produksi kapal) serta kurikulum Teknik Perkapalan khusus untuk bidang studi transportasi laut.

Penerapan berlakunya 2 (dua) kurikulum tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang akan memasuki semester III diberikan pilihan untuk memilih bidang studi yang ingin diambil. Jika mereka memilih untuk mengambil bidang studi transportasi laut, maka untuk semester III – VIII berlaku kurikulum Teknik Perkapalan Bidang Studi Transportasi Laut.
  2. Sedangkan bagi mereka yang ingin memilih bidang studi lainnya (selain transportasi laut), akan melakukan proses pemilihan bidang studi pada saat mereka masuk ke semester VII.

Dengan demikian, mahasiswa angkatan 2003 adalah mahasiswa Teknik Perkapalan pertama yang memiliki hak untuk secara resmi mengambil Transportasi Laut sebagai bidang keahlian pilihannya. pada tahun 2007, bidang studi transportasi laut Teknik Perkapalan telah meluluskan sarjana dengan kompetensi khusus dalam bidang transportasi laut.


2011
Resmi Menjadi Jurusan Transportasi Laut
Pada tanggal 24 Maret 2011, Transportasi Laut resmi menjadi Jurusan di lingkungan Fakultas Teknologi Kelautan. Peresmian dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Rektor ITS.

Selengkapnya

2011
Transportasi Laut Resmi Menjadi Jurusan


Sejak pertama kali meluluskan sarjana dengan kompetensi khusus dalam bidang Transportasi Laut pada tahun 2007 dan diikuti dengan tahun-tahun berikutnya, maka pada tahun 2010 Jurusan Teknik Perkapalan mengajukan proposal pendirian Jurusan Transportasi Laut. Upaya ini akhirnya terwujud setelah melalui serangkaian proses administrasi dan presentasi keberbagai pihak terkait. Pada tanggal 24 Maret 2011 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 55/E/O/2011 Transportasi Laut dinyatakan resmi sebagai Jurusan Transportasi Laut dengan Program Studi Sarjana Transportasi Laut. Pada tahun ajaran 2011/2012 Jurusan Transportasi Laut berhak untuk menerima mahasiswa baru melalui proses seleksi seperti peraturan yang berlaku.

Pada tanggal 24 Juni 2011, Jurusan ke-4 sekaligus jurusan termuda di lingkungan Fakultas Teknologi Kelautan ini menggelar acara upacara peresmian jurusan. Peresmian Jurusan Transportasi Laut dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama dengan Rektor ITS. Acara peresmian ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) sektor transportasi laut baik dari instansi pemerintah seperti otoritas pelabuhan dan dinas perhubungan, serta oleh industri baik BUMN maupun swastas seperti perusahaan pelayaran, pelabuhan, freight forwarder dan lain-lain.

peresmian seatransPada tahun 2011, jumlah mahasiswa yang diterima sebagai mahasiswa angkatan pertama Jurusan Transportasi Laut sebanyak 37 mahasiswa. Nomor Registrasi Pokok (NRP) mahasiswa Jurusan Transportasi Laut adalah 44-11-100-0XX dimana digit pertama adalah nomor fakultas (FTK), digit kedua adalah nomor jurusan di fakultas, digit ke tiga dan empat adalah tahun masuk mahasiswa dan selanjutnya adalah nomor urut mahasiswa.


Image is not available
2012
Hibah dari Pemerintah Belanda
Satu tahun setelah resmi berdiri, Jurusan Transportasi Laut memperoleh HIBAH dari Pemerintah Belanda (Nuffic) melalui program Netherlands Initiative for Capacity Development in Higher Education (NICHE).

Selengkapnya

2012
Memperoleh Hibah Nuffic


Selang satu tahun sejak resmi berdiri sebagai jurusan, Jurusan Transportasi Laut berhasil mendapatkan hibah (bantuan) dari Pemerintah Belanda (Nuffic) melalui Program Netherlands Initiative for Capacity Development in Higher Education (NICHE). Program hibah ini tertuang dalam kontrak dengan Project Number: NICHE/IDN/145 dan Grant Number: CF8701 dengan judul tema “Capacity Building in Marine Transportation and Logistics Education and Research at ITS.

Program hibah ini berlangsung selama 4 (empat) tahun terhitung sejak Oktober 2012 hingga Oktober 2016 dengan total dana hibah mencapai € 1.500.000,-. Pelaksana program hibah ini adalah konsorsium beberapa lembaga pendidikan tinggi dan industri terkemuka di Belanda, yaitu STC BV (selaku ketua konsorsium), Erasmus University Rotterdam (EUR), Rotterdam University of Applied Science (RUAS) dan Panteia. Terdapat 10 program yang menjadi target dalam program capacity building ini, yaitu:

Vision, Strategy and RoadmapIncome Generating Unit
Professional NetworkOrganizational Structure
Study ProgrammesLearning Organization
Research ProgrammeLeadership and Governance
Library and LaboratoryTeaching and Research Capacity

Nuffic


Serah Terima Nuffic
2014
Pengembangan Kurikulum Baru secara Mandiri
Pengembangan kurikulum periode 2014-2019 Jurusan Transportasi Laut dilakukan secara mandiri sejak tahun 2014. Kurikulum yang berlaku sebelumnya (2009-2014) dikembangkan bersama-sama dengan Jurusan Teknik Perkapalan ketika Transporasi Laut masih menjadi Bidang Studi pada Teknik Perkapalan

Selengkapnya

2014
Pengembangan Kurikulum Baru


Pada saat transportasi laut resmi berdiri sebagai jurusan yang mandiri, kurikulum yang berlaku saat itu adalah kurikulum yang dikembangkan pada saat transportasi laut masih sebagai bidang studi di Jurusan Teknik Perkapalan. Pada saat itu, kurikulum yang berlaku adalah kurikulum untuk periode 2009-2014.

Pada tahun 2014, Jurusan Transportasi Laut untuk pertama kalinya mengembangkan kurikulum secara mandiri sebagai sebuah jurusan. Kurikulum 2014 – 2019 dirancang berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Penyusunan kurikulum diawali dengan penentuan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi yang merupakan representasi kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki oleh para lulusan.

Rangkaian proses pelaksanaan evaluasi kurikulum 2014 – 2019 bertepatan pula dengan salah satu agenda dalam program hibah nuffic. Oleh karena itu, proses evaluasi kurikulum Jurusan Transprotasi Laut dilakukan dengan melibatkan beberapa universitas yang tergabung dalam konsorsium pelaksana program hibah nuffic sebagai benchmark. dalam penyusunan kurikulum baru Jurusan Transportasi Laut. Disamping itu, evaluasi kurikulum juga dilakukan dengan melibatkan alumni (alumni Teknik Perkapalan dengan bidang keahlian transportasi laut), industri sektor transportasi laut dan Instansi pemerintahan guna mengakomodasi beberapa masukan agar lulusan dari Jurusan Transportasi Laut dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna lulusan.

rapat kurikulum


2017
ITS menjadi PTNBH
Terhitung sejak 1 Januari 2017, ITS resmi menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Terdapat beberapa perubahan dalam struktur organisasi dan tata kelola kampus.

Selengkapnya

2017
ITS Resmi Berstatus PTNBH


ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) secara resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terhitung sejak 17 Oktober 2014 berdasarkan Peraturah Pemerintah No. 83 tahun 2014. Dengan status sebagai PTNBH, ITS mengemban amanah baru yaitu harus mampu melakukan pengelolaan secara otonom di bidang akademik, norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan organisasi, keuangan, kemahasiswaan, ketenagaan serta sarana dan prasarana. Untuk mengaplikasikan PTNBH secara penuh, ITS menerapkan masa transisi selama kurang lebih 2 (dua) tahun (2015 – 2016).

Sejalan dengan proses transformasi ITS menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum tersebut, pada tahun 2016 diterbitkan Organisasi Tata Kelola (OTK) ITS yang baru berdasarkan Peraturan Rektor No. 10 tahun 2016 untuk menggantikan OTK lama tahun 2013 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 86 tahun 2013 tentang OTK ITS. Perubahan ITS menjadi PTNBH membawa banyak dampak, dimana salah satunya adalah restrukturisasi fakultas dan jurusan di lingkungan ITS. Terkait dengan OTK baru ini, diterbitkan Keputusan Rektor ITS Nomor 300/IT2/HK.00.01/2017 tanggal 23 Januari 2017 tentang Perubahan Nama Jurusan Transportasi Laut menjadi Departemen Teknik Transportasi Laut.


Image is not available
Arrow
Arrow
Slider

Sejarah ITS selengkapnya dapat dilihat di sini